Mengenal 3 Perintah Perulangan (For, While, Do While) Pada PHP dan Fungsinya


perulangan pada php


Jika Anda seorang programmer, maka Anda pasti tidak asing lagi dengan yang namanya bahasa pemrograman. [Baca : 10 Bahasa Pemrograman Terpopuler di Dunia]. 

Nah, di dalam pemrograman itu pasti ada perintah-perintah dasar dalam membuat program. Ada percabangan, perulangan dan lain-lain.

Nah, kali ini yang akan dibahas adalah perintah dasar perulangan yang ada pada PHP.

Apa saja sih perintah dasar perulangan ?

Ada perintah for, while, do-while, dan ada perintah dasar perulangan yang cukup istimewa, yaitu foreach.

Mengapa dikatan istimewa ? Karena foreach ini bisa berhenti dengan sendirinya tanpa kita harus mengatur batas akhirnya.
Bingung ?

Sedikit Tentang Foreach

Saya jelaskan sedikit tentang foreach...

Dalam foreach, kita tidak perlu membuat batas akhir sebuah perulangan. Yang penting kita membuat variabel array. Nah, jumlah variabel array tersebut lah yang menentukan batas akhir perulangan foreach.

Misal, kita membuat variabel array dengan jumlah 5, maka nanti perulangan foreach akan berhenti setelah 5 kali perulangan. Untuk lebih lanjut, baca artikel di bawah ini

[Baca : Perintah Foreach Untuk Perulangan Array di PHP]

Nah, sekarang saya akan membahas tentang perintah dasar perulangan yang terdiri dari for, while, serta do-while.

Sebelum saya menjelaskan tentang ketiga perintah dasar dalam perulangan tersebut, saya akan menanamkan algoritma perulangan terlebih dahulu.

Tujuannya apa ?

Supaya Anda tidak hanya menghafal struktur perulangannya saja, tetapi Anda juga paham alur algoritmanya serta logikanya, karena itu sangat penting dan harus dikuasai oleh seorang programmer.

[Baca : 6 Hal Yang Harus Dikuasai Seorang Programmer] 
[Baca : 6 Cara Agar Bisa Menguasai Bahasa Pemrograman (Studi Kasus)]

Nah, perulangan itu apa sih ?

Perulangan adalah kondisi dimana kita menyuruh komputer untuk mengulang apa yang akan komputer lakukan sebanyak yang kita minta.

Maksud ?

Kalau tidak, tidak apa-apa. Memang butuh waktu untuk memahaminya hehe...

Kalau sudah paham, coba jawab pertanyaan di bawah ini...

Jika Anda memiliki nilai awal 1 dan Anda akan memiliki batas kurang dari 5, serta tiap perulangan Anda menampilkan kata-kata “Makin Rajin” dengan penambahan 1 tiap perulangan. Maka, berapa kata-kata “Makin Rajin” yang muncul di browser ?

Jika Anda menjawab 4, maka saya rasa Anda sudah paham konsep perulangan.

Perulangan memiliki 3 perintah dasar, yaitu for, while, do while. Ketiga perintah dasar tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda pada PHP.

Saya rasa Anda sudah mengerti, maka saya akan menjelaskan tentang ketiga perintah dasar perulangan tersebut pada PHP.


Penjelasan Tentang FOR

Pertama yang akan saya bahas yaitu perintah dasar FOR.

Pada perintah for, Anda diharuskan memasukkan nilai awal, batas akhir perulangan, increment (penambahan) atau decrement (pengurangan) serta apa yang akan dilakukan jika pengulangan tersebut berhasil dilakukan.

Misal gini, Anda memiliki nilai awal sebesar 1, lalu Anda memasukkan batas akhir pengulangan itu kurang dari 5 (Maka jika nilai awal tadi sudah sama dengan atau lebih dari 5, perulangan akan dihentikan), dan penambahan 1.

Maksudnya penambahan 1 itu adalah nilai awal tadi akan bertambah 1 setelah berhasil menjalankan 1 perulangan.

Setelah menambahkan penambahan, maka Anda diharuskan memasukkan juga aksi apa yang akan dilakukan jika pengulangan tersebut dilakukan. Misal, menampilkan tulisan “Hello World” lah atau “Makin Rajin” juga bisa.

Tidak hanya menampilkan tulisan, melakukan proses aritmatika pun juga bisa...

Biasanya, aksi ini terletak di antara kurung kurawal buka { dan kurung kurawal tutup } di bawah perintah for.

Untuk penulisan perintah FOR, bisa dilihat gambar di bawah berikut.

for php


Nah, coding atau penulisan syntax tentang perulangan FOR itu terletak pada baris ke 5 sampai baris ke 9.

Kalau untuk baris pertama itu tag pembuka pada HTML (Agar kita bisa menggunakan tag HTML lainnya di dalam tag <html>...</html> seperti pada contoh di atas yaitu tag <br> yang memiliki fungsi untuk mengganti baris tiap aksi perulangan dengan perulangan selanjutnya.

Jadi, kalau dari gambar di atas itu, pertama kita membuat variabel (nilai/value) awal yang berjumlah 1.

Setelah itu, kita membuat batas akhir perulangan kurang dari 5.

Setelah membuat batas akhir, kita membuat sebuah increment (penambahan) 1 untuk tiap variabelnya jika telah melewati 1 perulangan yangg ditulis dengan penulisan $i++.

Sebenarnya, kita bisa juga tidak menggunakan penulisan tersebut.

Lalu, penulisan seperti apa yang bisa dituliskan selain di atas ?
Bisa juga Anda mengganti $i++ menjadi $i += 1 yang memiliki arti sama dengan sebelumnya yaitu $i = $i + 1.

Nah, aksi pada perulangan ini adalah menampilkan tulisan “Makin Rajin” untuk tiap barisnya.

Jadi, butuh berapa kali $i yang awalnya bernilai 1 menuju ke batas akhir yang bernilai kurang dari 5 atau bisa dibilang 4 ?

Ya, butuh 4 kali penambahan dari angka 1 ke angka 4.

Bukannya 3 kali ya ?

Itu 4 kali penambahan. Karena angka 1 nya juga dihitung. Kalau tidak percaya, coba buktikan sendiri pada komputer Anda.

Jika dibutuhkan 4 kali penambahan dari variabel awal yang bernilai 1 menuju angka 4, berarti mesin akan melakukan aksi (dalam kasus ini, menampilkan tulisan Makin Rajin) sebanyak 4 kali.

Berikut adalah hasil dari percobaan di atas :

hasil for


Terbukti kan ada 4 tulisan “Makin Rajin” yang muncul. Jika Anda belum paham, Anda bisa baca ulang artikel ini atau baca artikel lainnya yang bisa membuat Anda lebih paham dalam mendalami dunia pemrograman (programming).

Itulah penjelasan singkat tentang perulangan FOR pada PHP. Sekarang, akan saya jelaskan tentang perulangan WHILE pada PHP beserta struktur (syntax) nya.


Penjelasan Tentang WHILE


Sama seperti perintah FOR. Anda diharuskan membuat nilai awal dari sebuah variabel, batas akhir dari perulangan tersebut, serta operasi (increment / decrement) yang terjadi ketika satu perulangan telah berhasil dilakukan.

Namun, yang membedakan adalah struktur serta peletakan coding nya saja. 

Pada hakikatnya, fungsi antara While dengan For maupun Do-While itu sama.

Langsung saja bahas syntax nya...

while php


Perulangan While di atas digunakan pada baris ke-5 sampai baris ke- 10. Nah, disitu bisa dilihat, bahwa pada sebelumnya sudah dibuat variabel dengan nama “i” yang mempunyai nilai sebesar 1.

Lalu, kita membuat sebuah pernyataan selama (while) variabel i kurang dari 5 maka akan menampilkan tulisan Makin Rajin yang menderet ke bawah, serta variabel i akan bertambah 1 dan perulangan akan kembali dilakukan sampai variabel i bernilai 5.

Kira-kira seperti itu algoritma nya. Nah, hasilnya pun seperti ini...

while hasil


Apakah Anda sudah mulai paham ? Selanjutnya akan saya bahas tentang perulangan Do-While


Penjelasan Tentang Do-While

Pada dasarnya, do while itu hampir sama dengan while. Jika while = selama..., melakukan , maka do while = melakukan, selama...

Hampir seperti kebalikan hehe...

Berikut adalah contoh coding nya yang cukup sederhana

do while


Perulangan dimulai di baris ke 5 sampai ke 11. Pada baris ke 5 itu merupakan sebuah perintah untuk melakukan sebuah aksi.

Nah, aksi yang akan dilakukan itu adalah aksi pada baris ke 7-9 yang terdapat di dalam kurung kurawal.

Nah, batasnya kapan ?

Batas akhirnya itu pada baris ke 11 selama variabel i kurang dari 5 atau ketika variabel i sudah bernilai 5.

Berikut adalah contoh hasilnya jika dilihat dalam browser

do while hasil

Hasilnya pun seperti itu. Apabila ada yang mau ditanyakan, bisa lewat kolom komentar ataupun kunjungi halaman “Contact” di bagian atas blog ini.

  


BLOGGER INDONESIA : Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya

BLOGGER INDONESIA : Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya
https://www.noos.co.id/

BLOGGER INDONESIA : Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya.

Dari judulnya saja sudah bisa ditebak, apa maksud dari artikel ini. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, merupakan cara terbaik dalam membudidayakan sebuah ilmu agar tidak hilang dan terus selalu diingat, kalau kata orang Jawa sih agar tidak “bungentuwo” atau “mlebu tengen metu kiwo” yang memiliki arti “masuk ke kanan keluar ke kiri”.

Tentu tidak ada sedikitpun orang yang menginginkan hal tersebut. Pasti semua orang ingin memiliki ilmu yang telah mereka raih dengan penuh perjuangan. Tetapi, sedikit dari mereka yang mencatat ilmu tersebut demi masa depannya.

Menulis itu sangat penting bagi setiap manusia, karena dengan menulis pun setiap orang akan memperoleh wawasan / ilmu yang kelak akan berguna.
Menulis pun memiliki nilai seni tersendiri agar apa yang dituliskannya itu bisa bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain yang membutuhkannya.

Tetapi, agar lebih efisien dan menghemat waktu, saya memiliki strategi menulis yang efisien agar apa yang Anda tuliskan bisa berguna bagi Anda maupun orang lain.

Tapi sebelumnya perlu diingat bahwa strategi menulis yang akan saya berikan ini memiliki ketentuan berbeda-beda.

Maksudnya ?

Maksudnya itu tidak semua kalangan akan cocok menerapkan strategi ini, tergantung kebutuhan juga.

Oke, sebelumnya saya akan mengelompokkan / mengklasifikasikan strategi ini menjadi 2 jenis, yaitu strategi untuk Blogger  serta strategi untuk pelajar.

Kenapa saya membagi strategi tersebut menjadi 2 jenis ?

Karena Blogger dan pelajar itu berbeda tujuan penyajiannya...

Berbeda bagaimana maksudnya ?

Begini...

Blogger itu kan menulis dengan tujuan agar tulisannya dibaca orang lain. 

Sebenarnya juga bisa sih dibaca sendiri, tetapi kan tujuan yang lebih utama agar tulisannya dibaca orang lain.

Sedangkan pelajar kan menulis dengan tujuan agar mereka (pelajar) bisa mengerti apa yang dijelaskan oleh guru, internet, maupun sumber referensi lainnya.

Intinya, tujuan blogger menulis itu untuk orang lain, sedangkan tujuan pelajar menulis itu untuk dirinya sendiri.

Itulah yang membuat mereka berbeda...

Nah, saya akan membagikan sebuah strategi menulis untuk Blogger.


1. Tulis Se-Detail Mungkin

Karena pembaca tulisan kita itu orang lain, maka kita sebagai blogger harus mengerti kondisi orang lain dengan cara menulis sebuah informasi hingga detail dengan maksud agar para pembaca bisa mengerti dan paham tentang apa yang Anda sampaikan.

Kalau Anda tidak menuliskannya dengan detail, maka akan banyak pertanyaan yang muncul dari para pembaca. Lebih baik Anda menulis hingga benar-benar “mendaging” karena dengan cara menulis yang seperti itu, pertanyaan para pembaca secara tidak langsung akan terjawab dengan penjelasan Anda yang begitu detail.


2. Tulis Dengan Bahasa Sederhana


Simple


Para pembaca itu merupakan manusia dan cara berkomunikasi yang paling mudah dengan mereka yaitu dengan cara menggunakan bahasa yang sederhana.

Tidak perlu bahasa-bahasa tingkat tinggi / intelektual, yang penting bahasa Anda mudah dimengerti, karena melalui itulah para pembaca menyukai tulisan Anda.

Jika pembaca menyukai tulisan Anda, maka secara tidak langsung mereka akan paham dengan apa yang Anda tulis, serta mereka akan berkunjung ke blog Anda.

Anda pun akan memperoleh pengunjung yang setia dan para pengunjung akan memperoleh wawasan dengan bahasa yang menarik menurut mereka. Wah, sama-sama diuntungkan ya...

Maka dari itu, menulis itu butuh seni dan keahlian serta taktik yang cukup gemilang agar bisa berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.



3. Buat Para Pembaca Seakan-Akan Sedang Ber - Dialog Dengan Anda


dialog


Ini merupakan poin yang cukup penting dan tidak bisa dilewatkan begitu saja. 

Banyak tulisan-tulisan yang menyajikan informasi yang sudah lengkap, namun bahasanya terlalu kaku.

Kalau dalam percakapan, seakan-akan para pembaca hanya mendengarkan saja tanpa berbicara. Hal itu sungguh membosankan.

Setelah membaca artikel dengan bahasa yang kaku, apa reaksi pembaca ?

Banyak yang menutup blog tersbut dan mencari referensi lain walaupun blog tersebut menyajikan informasi yang cukup.

Tentunya Anda tidak ingin kan, blog Anda ditinggalkan hanya karena bahasa Anda dalam menulis yang terlalu kaku ?


Nah itulah 3 strategi menulis untuk para blogger. Sekarang, saya akan memberikan strategi untuk pelajar.


1. Tulis Se-Mudah Mungkin


easy


Mudah bagaimana maksudnya ?

Tulis dengan bahasa Anda sendiri, toh juga yang baca kan Anda sendiri. Hal ini bertujuan agar Anda bisa BENAR-BENAR mengerti tentang referensi yang baru saja Ana tulis.

Tidak hanya hafal, tapi paham.

Begini contohnya...

Misal Ada sekumpulan kalimat seperti ini :
“Blogger adalah sebuah pekerjaan dengan tugas utamanya yaitu menulis artikel. Tujuan para Blogger menulis artikel adalah agar pengunjungnya ramai dan memberikan sekumpulan informasi bagi para pembacanya. Selain itu, blogger juga bisa menghasilkan uang melalui karyanya”.


Hal itu bisa dipersingkat seperti ini :
“Blogger.
Tugas    : Menulis Artikel.
Tujuan : Agar blognya ramai, memberi informasi, mencari uang”.

Wow...  Dari sekumpulan kalimat di atas hanya didapatkan tulisan yang jauh lebih pendek dan efisien, serta lebih mudah dimengerti. Dengan begitu, Anda sebagai penulis sekaligus pembaca akan lebih mengerti dengan apa yang 

Anda tuliskan serta tidak membuang banyak waktu untuk kalimat-kalimat lainnya yang tidak penting.

Nah, itulah beberapa strategi menulis untuk blogger serta pelajar. Walaupun strategi untuk pelajar hanya satu, namun itu sudah manjur dan langsung bisa diterapkan. Saya sering menerapkan strategi tersebut dan hasilnya pun cukup memuaskan.




Perbedaan Method POST dan GET Beserta Fungsinya

PHP
pexels.com

Kalau anda sering bermain dengan PHP pasti sudah tau dong dengan yang namanya method POST dan method GET ? Kalau anda masih awam dengan PHP atau web programming, anda bisa baca artikel di bawah ini.
Baca : Ingin Belajar Web Programming / Web Design ? Kuasai 5 Hal Ini

Pada hakikatnya, kedua method ini yaitu POST dan GET memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengirimkan nilai (value) variabel ke file lain yang telah diatur oleh sang programmer.

Sebenarnya tidak hanya mengirimkan value variabel ke file lain saja, bisa saja mengirimkannya ke database. Untuk petunjuk dan cara mengkoneksikan PHP dengan Database MySQL bisa, siahkan baca artikel di bawah ini.

Baca : Cara Menghubungkan Database MySQL dengan PHP

Namun, bagi anda yang belum tau apa itu database, serta apa hubungan antara PHP dengan MySQL, saya sarankan untuk baca artikel di bawah ini...

Baca : Mengenal Database Beserta Fungsinya 
Baca : Apa Hubungan PHP dengan MySQL ?

Biasanya, penggunaan method POST dan GET ini dibarengi dengan formulir.
Jadi gini...

...Bayangkan sebuah formulir online, pasti ada tombol kirim nya ya ? Nah, kita bisa mengatur apakah method POST atau GET yang akan dijalankan ketika user menekan tombol kirim yang sudah kita buat.

Seperti biasa, saya belum akan membahas ke syntax (coding) nya dahulu. Namun, saya akan menanamkan konsep / algoritma terlebih dahulu agar para pembaca bisa semakin paham dengan apa yang saya jelaskan.

Analoginya seperti ini...

Kalau kita menggunakan method POST, maka sama saja kita memindahkan sesuatu tanpa ada yang mengetahuinya.

Sedangkan kalau untuk method GET, maka kita memindahkan sesuatu tetapi ada orang lain yang mengetahuinya.

Jadi alurnya begini...

Kita membuat sebuah formulir dengan menggunakan method POST. Nah, kalau formulir itu pasti ada kolom untuk mengisi nama, alamat, dan lain lain. Pasti ada juga tombol “Kirim”.

Nah, tombol “kirim” itulah yang berfungsi untuk memindahkan data seperti nama, alamat yang telah diisi pada kolom tadi ke sebuah file yang telah dibuat sebelumnya.

Tergantung anda mengatur method nya apa, POST atau GET.

Perbedaan antara method POST dan GET sangat kecil tetapi sangat terlihat dengan jelas.

Sekarang sudah mengerti kan ?

Kalau sudah, maka akan saya lanjutkan pembahasannya.

Sekarang saya akan membahas tentang perbedaan antara kedua method tersebut.

Perbedaan Method POST dan GET.
Method POST dan GET memiliki perbedaan yang cukup sederhana.

1. Method POST Mengirimkan Data Secara Langsung.
Maksudnya langsung ?

Maksudnya adalah mengirimkan sebuah data atau nilai / value langsung ke file lain. Pemakaian method POST ini digunakan untuk mengirimkan data yang penting / kredensial dan data yang orang lain tidak boleh tau / secret data, seperti password, dan sebagainya. Itulah yang dimaksud dengan “Mengirimkan data secara langsung”.

1. Method GET Mengirimkan Data Tidak Langsung.
Tidak langsung ? Lalu lewat mana ? Bagaimana ?

Maksudnya adalah kalau kita menggunakan method GET dalam membuat formulir online, pasti ketika mengisi nama, alamat, dan sebagainya pasti data tersebut akan terlihat di URL. 

Nah, jangan sampai anda membuat website yang mengharuskan orang untuk memasukkan password tetapi website nya menggunakan method GET ya, karena akan sangat fatal akibatnya.

Kalau anda ingin menggunakan method GET, maka pastikan halaman web anda tidak ada data yang berbau private ya, tetapi data yang berbau public.


2.  Pemanggilan Method POST Menggunakan $_POST.
Untuk apa itu “$_POST” ?

$_POST berfungsi untuk memanggil data yang telah diinputkan agar bisa ditampilkan di file action.


2. Pemanggilan Method GET Menggunakan $_GET.
Fungsinya sama dengan $_POST, yaitu membuat data agar bisa ditampilkan dalam file action (file tujuan). 

Jika tidak ada $_GET maka data tidak akan ditampilkan. Sama halnya dengan $_POST.


3. Method POST Tidak Terbatas Data.
Maksudnya seperti ini...

Ketika Anda membuat sebuah formulir online dengan menggunakan method POST, maka panjangnya karakter / data tidak terbatas. Anda bisa isi data sebanyak-banyaknya tanpa ada batasan maksimal.


3. Method GET Hanya Bisa Menampung 2047 Data.
Ketika Anda mengisi formulir dengan method GET, maka anda hanya bisa mengisi maksimal 2047 karakter saja. Tidak bisa lebih dari itu.

Ibaratnya begini...

Method GET itu seperti bus dengan kapasitas 50 orang misalnya. Nah, jika bus itu mengangkut lebih dari 50 orang maka bus tersebut tidak bisa berjalan. 

Sama halnya dengan method GET.

Ketika kita menginputkan sebuah data yang panjang karakter nya lebih dari 2047, maka method GET tidak akan mengirimkan data tersebut.

Itulah perbedaan antara Method POST dan GET, sekarang saya akan membahas tentang syntax / codingnya.

POST
Buat dulu file dengan nama yang bebas, kalau di contoh saya menamai file dengan POST.html yang berisi syntax seperti di bawah ini.

POST

Di baris pertama itu pembuka dan pertanda bahwa file itu merupakan file dengan ekstensi html.

Yang akan saya bahas adalah di baris 6 sampai dengan 8.

Baris ke 6 itu merupakan awal dari sebuah sistem penyimpanan data. Form method=”POST” itu adalah nama method nya, sistem penyampaian datanya. 

Kalau tulisan “POST” diganti dengan tulisan “GET” maka data yang diinputkan akan terlihat di URL.

Nah untuk yang tulisan action=”tujuan.php”, maksudnya adalah data yang telah diinputkan akan dikirim ke file yang bernama tujuan.php. 

Jadi, nanti kita akan membuat file dengan nama tujuan.php untuk menampung data yang tadi dimasukkan. Sebenerya sih nama file nya bebas, yang penting harus sama dengan yang di dalam “action”.

Kalau yang baris ke 7 itu untuk membuat sebuah tempat / ruang untuk memasukkan data, kalau dalam contoh itu untuk memasukkan sebuah nama. 

Nah, pada gambar di atas ada tulisan (name=”nama”). Tulisan “nama” tersebut harus sama dengan cara pemanggilan data yang ada di file tujuan.php.

Untuk baris ke 8 itu untuk membuat sebuah tombol submit yang berfungsi untuk mengirimkan data yang berupa nama. Sedangkan tulisan “Kirimkan” itu nanti akan muncul di dalam tombol. 

Anda bisa mengubah value nya sesuka hati anda.

Kemudian saya membuat file dengan nama tujuan.php. Ingat, nama file yang akan dibuat harus sama dengan nama file yang ada di dalam action ya. 

Karena kegunaan dari action itu adalah mengirimkan data ke sebuah file.
Berikut adlaah syntax (coding) nya...

POST


Saya akan menjelaskan setiap barisnya...

Untuk baris pertama itu untuk mengawali bahasa pemrograman PHP.

Pada baris kedua itu saya membuat variabel dengan nama variabelnya yaitu “namabaru” yang isinya memanggil “nama” dari file POST.html dengan method 

POST. Ingat, string / karakter di dalam kurung siku harus sama dengan nilai (name) sebuah data di file sebelumnya ya.

Nah di baris ketiga itu berfungsi untuk memanggil variabel yang bernama namabaru yang dihasilkan dari pemanggilan data di file sebelumnya.

Echo itu fungsinya untuk menampilkan. Sedangkan <strong>...</strong> itu berfungsi untuk mencetak huruf tebal (bold).

Baris keempat itu sebagai tanda berakhirnya script PHP.

Hasilnya seperti ini...

POST

Pada contoh di atas saya menginputkan nama “Makin Rajin” dan saya menekan tombol “Kirimkan”.

Hasilnya pun seperti ini...
POST


Sekarang saya akan membahas tentang syntax dengan method GET...

GET
GET
Syntax nya hampir sama dengan yang di atas, hanya saja method nya diganti dengan “GET”.

Setelah itu saya membuat file dengan nama tujuan.php yang coding nya seperti di bawah ini...
GET
Yang membedakan syntax ini dengan syntax yang di atas adalah “POST” dan “GET” nya. Hanya itu saja yang membedakan.


Bila dijalankan di browser, seperti ini hasilnya...
GET

Misal saya menginputkan nama “Makin Rajin” dan saya menekan tombol 
“Kirimkan”, maka yang terjadi adalah seperti di bawah ini.

GET

Secara tampilan, hasilnya sama dengan yang method POST, namun amati URL nya. Pasti berbeda. Untuk yang GET pasti akan menampilkan nilai nama (kalau di contoh ini Makin Rajin).


Sekian dulu penjelasan tentang fungsi method dan get beserta perbedaannya. Semoga bisa membantu kalian yang sedang kesulitan.

Perintah Implode dan Explode Beserta Fungsinya pada PHP

php
pixabay.com


Jika anda sering berkecimprung dengan dunia PHP dalam membuat website, pasti anda tidak asing lagi dengan perintah yang sering digunakan dalam PHP, yaitu explode dan implode.

Baca :Ingin Belajar Web Design / Web Programming ? Kuasai 5 Hal Ini
Kedua perintah ini dalam PHP merupakan perintah yang memiliki fungsi yang berlawanan (complement).

Berlawanan ? Maksudnya ?

Maksudnya begini…

Fungsi explode itu diibaratkan seperti perintah pemisah / pengurai yang menguraikan sekumpulan kata / string atau sebuah kalimat yang berdiri individu menjadi kata-kata yang memiliki nilai independensi yang nyata.

Paham maksudnya ?

Saya akan memberikan contoh sederhana saja, tetapi belum masuk ke syntax /coding nya ya…

Begini, ada sebuah kalimat yang berbunyi “Mari Belajar Pemrograman di Makin Rajin”.

Nah, kalimat tersebut kan masih berdiri sendiri, belum bisa dipisah menjadi beberapa kata.

Disinilah perintah explode digunakan.

Digunakan untuk apa ?

Digunakan untuk menguraikan satu kalimat atau 6 kata di atas tadi menjadi kumpulan elemen kata yang berdiri sendiri.

Jadinya, kalimat tersebut bisa dipisahkan menjadi seperti ini :
Mari
Belajar
Pemrograman
di
Makin
Rajin

Tidak lagi seperti ini :
Mari Belajar Pemrograman di Makin Rajin

Bukan karena cuma ganti baris saja, tetapi kedudukan tiap kata di atas sudah tidak lagi menumpang pada sebuah kalimat, namun tiap kata di atas sudah berdiri sendiri.

Jadi,  anda juga sudah mendapatkan 6 variabel di atas (6 kata di atas) yang awalnya cuma 1 variabel yaitu sebuah kalimat tadi.

Sekarang sudah mengerti kan ? Oke lanjut…

Oh iya, kedua perintah ini juga tidak lepas dari yang namanya array.

Anda tidak tahu dengan yang namanya array ? Saya sarankan anda membaca artikel di bawah ini agar anda bisa paham dengan array.


Artikel di atas ini juga menjelaskan tentang array yang dikemas dalam bahasa yang komunikatif.

Oke kembali ke topik ya…

Anda sudah tahu kan fungsi dari perintah explode dan implode ?

Kalau masih belum tahu, baca lagi artikel dari atas…

Untuk fungsi tiap perintah explode dan implode sudah saya jelaskan ya di atas...

Sekarang saya akan membahas tentang pentingnya keberadaan perintah explode dan implode.
Mengapa sih harus ada explode dan implode pada PHP ?


Ya agar data-data yang terpisah bisa digabungkan menjadi sebuah data besar, dan data-data yang besar bisa diuraikan menjadi data-data yang cukup simple dan kecil.

Agar sang pemrogram / programmer bisa lebih efektif dan efisien.

Tidak perlu mendeklarasikan variabel lagi. Hanya tinggal menguraikan sebuah kalimat menjadi banyak variabel (kata).

Paham kan ?

Sekarang saya akan memberikan contoh syntax nya.

Ini contoh syntax implode.

syntax implode


Saya akan menjelaskan dari baris pertama  sampai baris terakhir.
Kalau baris pertama itu sebagai pembuka untuk file dengan format / ekstensi .php.

Baris kedua itu untuk membuat variabel yang terdiri dari beberapa string.

Mengapa dikatakan "beberapa" ?

Karena isi dari variabel $kata sudah dipisahkan oleh tanda petik dua (“ ”).

Fungsi tanda petik dua (“ “) itu untuk menandakan kalau kata yang diapit oleh petik dua adalah string.

String dengan karakter itu berbeda lho ya...

Kalau string itu terdiri dari beberapa karakter.

Sedangkan karakter itu sebuah tipe data yang isinya hanya satu huruf saja, misal ‘A’. Kalau sebuah kata, misal “Aku” itu sudah termasuk string.

Nah, sudah tahu kan perbedaan antara string dengan karakter ?

Cara menandakan antara string dengan karakter itu juga berbeda ya...

Kalau string itu seperti tadi yang sudah saya jelaskan di atas, harus menggunakan tanda petik dua (“ “).

Tetapi, kalau karakter itu berbeda. Cara menandakan sebuah karakter itu dengan tanda petik satu (‘ ‘).

Berbeda kan ?

Gimana ? Bingung cara membedakannya ?

Begini saja.. saya punya trik agar anda tidak bingung saat ingin menandakan sebuah tipe data string atau karakter.

Kalau karakter kan hanya terdiri dari satu huruf, berarti petiknya juga satu.

Kalau string kan terdiri dari banyak huruf (karakter) ataupun angka (integer), berarti petiknya juga tidak hanya satu, namun menjadi dua.

Sedangkan baris ketiga itu memiliki peran untuk menggabungkan beberapa string yang terpisahkan oleh tanda petik dua menjadi sebuah kalimat.

Perintah implode yang membuatnya menjadi sebuah kalimat

Sedangkan tanda  strip (-) di dalam petik dua (“ “) itu berfungsi sebagai pemisah antara satu string dengan string lainnya.

Lalu, $kata adalah sebuah variabel yang memiliki beberapa string terpisah yang akan digabungkan menjadi sebuah kalimat.

Sedangkan untuk baris ke 4 itu untuk menampilkan variabel kalimat.

Misal : echo “$a”; itu berfungsi untuk menampilkan variabel a.

Ngomong ngomong, tanda $ itu digunakan untuk mendeklarasikan sebuah variabel.

Maksudnya adalah, jika anda membuat suatu variabel, maka anda harus menyisipkan tanda $ ini di depan nama variabel yang akan anda buat.

Nah, kalau yang baris terakhir ini berfungsi sebagai penutup file.

Sudah mengerti kan ?

Sekarang, saya sarankan anda untuk mencoba implode terlebih dahulu agar tidak lupa. Anda bisa langsung mencoba syntax di atas.

Hasilnya pun seperti ini.

implode

Anda juga bisa mengganti tanda strip atau yang sering disebut glue menjadi tanda lainnya pada notepad.

Misal, diganti dengan tanda plus (+). Hasilnya pun nanti tanda strip (-) akan berubah menjadi tanda plus (+).

Sekarang saya akan menjelaskan perintah explode.

Saya akan memberikan syntax nya terlebih dahulu.

syntax explode


Baris pertama dan terakhir sudah saya jelaskan sebelumnya di perintah implode.

Kalau baris kedua itu untuk membuat variabel yang bernama delimiter (pemisah).

Fungsinya ya untuk memisahkan $kalimat.

Berbeda dengan implode, untuk variabel delimiter ini (kalau di implode dinamakan glue) tidak boleh diisi dengan sembarang karakter.

Harus diisi dengan spasi. Tidak boleh hanya kosong.

Anda tidak percaya ? Buktikan saja...

Untuk baris ketiga, itu merupakan proses pembuatan variabel bernama kalimat yang berisi “Belajar Pemrograman di Makin rajin” yang akan dipisahkan dengan perintah explode yang ada di baris selanjutnya.

Nah, di baris ke empat inilah proses penguraian isi variabel kalimat dengan menggunakan perintah explode.

Di baris ini, saya membuat variabel dengan nama “kata” yang berfungsi untuk menampung hasil uraian dari variabel kata yang dilakukan oleh explode.

Mengapa ada $delimiter di baris keempat ?

Di baris keempat, kita memanggil $delimiter, sama saja kita memanggil spasi.

Karena $delimiter itu berisi satu spasi dan harus satu spasi.

Sebenarnya bisa juga sih kalau kita mengganti tulisan $dleimiter dengan spasi. Hasilnya pun sama.

Nah, untuk baris ke 5 sampai ke sembilan, itu pemanggilan variabel kata berdasarkan urutan array (Array itu memiliki nilai awal 0, tetapi bisa juga diubah nilai awalnya menjadi 1 ataupun yang lainnya).

Echo “$kata[0]”; itu berarti memanggil $kata dengan urutan array pertama, yang berisi kata “Belajar”.

Ini hasilnya.

hasil explode


Mungkin sekian dari saya, semoga bisa membantu ya. Implode dan explode itu perintah yang berlawanan